• Mei 14, 2024

Hakim Sentil Dirjen Kementan di Sidang SYL: Sama-sama Sembunyikan Borok, tapi Ketahuan Juga

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil Harahap tidak dapat berkutik dikala dicecar oleh hakim soal adanya iuran Rp600 juta guna kepentingan Syahrul Yasin Limpo (SYL) berpergian ke Brazil. Karena Ali sendiri mengakui akan adanya uang urunan hal yang demikian.

Di satu sisi, ketua majelis hakim, Rianto Adam Pontoh mengukur, tindakan para pejabat Kementan seakan berharap menutup diri dari kesalahannya. Walaupun pada hasilnya telah ketahuan.

Awalnya, hakim Rianto bertanya spaceman slot ke Ali soal ada atau tidaknya Dirjen Kementan lain yang tetap ikut serta ururnan Rp600 juta itu. Hanya saja Ali berkelih tidak bertanya ke Dirjen lain.

“Saudara sendiri Rp 600 juta, apakah saudara tahu eselon lain sama juga dengan saudara Rp 600 juta atau mereka juga beda sebab anggaran mereka lebih besar?,” tanya hakim Rianto di ruang sidang PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin (13/5/2024).

“Kami mohon maaf, Pun Mulia, tidak berharap tahu itu,” ungkap Ali.

Soal Iuran di Kementan
Ali mengaku dirinya memang tidak bertanya ke Dirjen yang lain adanya iuran sebagaimana arahan dari Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono. Aku dia meyakini dirjen lain tidak akan buka suara bila bertanya kepada dirjen lain.

“Apakah saudara tidak saling bertanya dirjen saudara ke dirjen lain? ‘Bapak berapa? dimintai Rp 600 juta’, apakah yang lain juga sama atau saudara telah sama-sama mengerti, sama-sama tahu, sama-sama merahasiakan?” tanya hakim.

“Siap, Pun Mulia, kami tidak menanyakan, bila kami pun tanyakan itu tidak dapat jawaban, kami tidak berharap tahu,” sebut Ali.

“Oh gitu ya?” tanya hakim dengan nada heran.

“Iya,” singkat Ali.

Hakim Sindir soal Kebobrokan
Tanpa segan-segan, Rianto seketika menyentil Ali bila pejabat di Kementan era SYL berusaha menutupi kebobrokannya masing-masing. Walupun pada hasilnya kebobrokan itu terkuak di meja sidang.

“Jadi sama-sama menyembunyikan, iya kan? Sama-sama menyembunyikan borok, itu sama-sama menyembunyikan borok, jangan hingga ketahuan, kan gitu. Kan pada hasilnya ketahuan juga. Iya kan,” tegas hakim.