• Mei 30, 2024
Mission Impossible Olympiakos

Mission Impossible Olympiakos: Peluang Juara Sempat 0,1%, Malah Berjaya

Mission Impossible sukses dijalankan Olympiakos Piraeus di Europa Conference League. Hampir tersingkir, Erythroleykoi tambah jadi jawara.

Olympiakos turun kasta ke Conference League sehabis finis ketiga di fase group Liga Europa musim ini. Pada babak Playoff, Olympiakos menyingkirkan Ferencvaros bersama agregat 2-0 (masing-masing menang 1-0).

Setelah itu, mereka bersua jagoan Israel Maccabi Tel Aviv. Pada leg pertama babak 16 besar, Olympiakos tampil tidak baik sehingga dibantai 1-4 di kandang sendiri.

Usai kekalahan itu, peluang Olympiakos untuk lolos mengecil, lebih-lebih jikalau bicara kans jadi jadi jawara. Menurut information sejumlah rumah taruhan, peluang juara Olympiakos hanya 0,1 persen!

Kemustahilan itu sukses diubah jadi tiket lolos ke perempatfinal sehabis penampilan meyakinkan di leg kedua. Olympiakos menang 6-1 di kandang Maccabi Tel-Aviv sehingga unggul agregat 7-5!

Olympiakos ulang kudu kerja keras di babak perempatfinal sehabis berhadapan bersama Fenerbahce. Menang 3-2 di laga pertama, Olympiakos kudu melalui babak penalti di leg ke dua sehabis kalah 0-1 selama 120 menit.

Olympiakos menang adu penalti 3-2 untuk menantang Aston Villa selaku kandidat kuara juara sementara itu. Menghadapi The Villans yang dilatih Unai Emery, Olympiakos dominan selama dua leg untuk melangkah ke final bersama agregat 6-2.

Baca juga:

Kapan GTA 6 Dirilis? Take-Two Interactive Akhirnya Buka Mulut

Menuju Real Madrid, Kylian Mbappe ‘Kulo Nuwun’ ke Sergio Ramos

Olympiacos Juarai Liga Conference Setelah Tekuk Fiorentina 1-0

Olympiacos menjuarai Liga Conference sehabis menekuk Fiorentina bersama skor 1-0 terhadap partai final di Stadion OPAP Arena, Nea Fiadelfia, Yunani, Kamis dini hari WIB.

Kemenangan Olympiacos ini datang berkat gol semata wayang yang dicetak oleh Ayoub El Kaabi terhadap babak tambahan, demikianlah catatan UEFA.

Ini jadi gelar pertama kompetisi utama Eropa Olympiacos selama sejarah, sehabis pada mulanya hanya sanggup menjuarai gelaran Piala Balkan terhadap th. 1963 silam.

Secara statistik, Fiorentina sebetulnya sanggup mendominasi jalannya pertandingan bersama mencatatkan 53 prosen penguasaan bola serta membiarkan keseluruhan 17 percobaan tendangan, tetapi Olympiacos yang sanggup mencetak gol.

Meskipun begitu, Olympiacos lebih dulu menciptakan peluang terutama dahulu terhadap pertandingan ini lewat tendangan Daniel Podence yang tetap belum menemui sasaran.

Selanjutnya Fiorentina berbalik memberikan ancaman lewat tendangan Andrea Belotti yang sama-sama tak menemui sasaran.

Fiorentina ulang menciptakan peluang, kali ini lewat usaha yang dijalankan oleh tendangan Rolando Mandragora yang belum membuahkan hasil.

La Viola konsisten menggempur lini pertahanan Olympiacos, akan tetapi sampai turun minum, skor sama kuat tanpa gol selamanya bertahan.

Memasuki babak kedua, Olympiacos berusaha untuk muncul berasal dari tekanan dan berusaha menciptakan peluang, akan tetapi tetap belum sanggup mereka lakukan.

Skuad asuhan Vincenzo Italiano selamanya bermain menyerang dan ulang meraih peluang lewat tendangan Nikola Milenkovic yang belum menemui sasaran.

Pemain sayap Fiorentina Christian Koume meraih peluang emas lewat tendangan yang ia lepaskan, akan tetapi bola sanggup diamankan kiper Olympiacos Konstatinos Tzolakis.

Selanjutnya jual membeli serangan konsisten berlangsung di antara ke dua tim, tetapi sampai 90 menit jalannya pertandingan skor 0-0 selamanya bertahan sehingga laga kudu dilanjutkan ke babak tambahan.

Setelah sengitnya kompetisi antara ke dua tim, Olympiacos akhirnya sanggup memecah kebuntuan lewat gol yang dicetak Ayoub El Kaabi gunakan umpan Santiago Heeze terhadap menit 116 sehingga skor berubah jadi 1-0 yang bertahan sampai laga usai.

Satu kata untuk Olympiakos: Mantap!