• Januari 22, 2024
Palworld

Palworld, Game Mirip Pokemon dengan Senjata Laku 1 Juta Kopian dalam Waktu 8 Jam Dirilis

Palworld, game serupa Pokemon tetapi bersama dengan senjata yang baru meluncur di platform Xbox, PC Windows, Xbox Series S dan X menuai keberhasilan luar biasa.

Palworld yang baru meluncur 19 Januari 2024 itu kabarnya telah terjual lebih berasal dari 1 juta kopi cuma di dalam saat 8 jam.

Hal ini diungkap oleh pengembang dan penerbit game tersebut, yakni Pocket Pair, melalui unggahan di account media sosial mereka di platform X.

Sayangnya, perusahaan tidak beri tambahan klarifikasi lebih teliti mengenai apa saja yang juga di dalam no penjualan itu.

Mengutip The Verge, Senin (22/1/2024), Palworld meluncur untuk Steam dan Xbox Game Pass, belum memahami apakah kuantitas itu juga salinan game diunduh oleh pelanggan Xbox Game Pass sebagai bagian berasal dari layanan.

Meski begitu, peluncuran Palworld juga salah satu rilis terbesar di awal 2024 ini. Berdasarkan Steam Charts, ada lebih berasal dari 340 ribu gamer bermain game ini sejalan di Steam pada Jumat sore.

Angka ini mengalahkan judul game populer lainnya, seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan Baldurs’s Gate 3.

Game buatan Pocket Pair ini Palworld telah menarik perhatian sejak lama, dan mencuri perhatian gara-gara kontras antara makhluk lucu dan kondisi brutal.

Dari trailer sebelumnya, nampak bagaimana monster menggemaskan–seperti Pokemon–bertarung bersama dengan mesin kelas militer dan makhluk-makhluk bekerja keras di pabrik.

Saat ini, Palworld dapat dimainkan secara gratis via Xbox Game Pass dan PC Game Pass. Sementara untuk bermain game di PC Windows, game ini dijual di Steam seharga Rp 221.399.

Induk Rockstar Games Sempat Bersengketa bersama dengan Pembuat Gim Alan Wake

Di sisi lain, induk Rockstar Games pembuat seri Grand Theft Auto, Take-Two, dikabarkan terlibat sengketa merk dagang bersama dengan pengembang Alan Wake, Remedy Entertainment, perihal masalah logo.

Kabarnya, Take-Two keberatan bersama dengan logo baru Remedy Entertainment, yang mereka rasa terlalu serupa bersama dengan logo anak perusahaannya, Rockstar Games.

Dalam keberatan yang diajukan ke Kantor Kekayaan Intelektual di Inggris dan Uni Eropa tahun lalu, disebutkan logo ini barangkali akan menyebabkan “kebingungan di publik.”

Bacajuga:

Headset AR Apple Vision Pro Bisa Dipesan 19 Januari di AS, Harga Rp 54 Juta

3 Cara Menyambungkan Hp ke Tv dengan dan Tanpa Kabel

Mengutip The Verge, Sabtu (20/1/2024), logo baru Remedy Entertainment sendiri diumumkan melalui sebuah unggahan di blog resminya, pada 14 April 2023.

Logo ini diumumkan satu hari sehabis Remedy mengajukan permintaan merk dagangnya ke Uni Eropa, dan menyebut bahwa “poin di dalam huruf R di logo lama mewakili era Max Payne,” dan tidak lagi mencerminkan portofolio gimnya yang lebih luas.

Sengketa Rockstar bersama dengan Remedy

Pengembang juga lantas mengajukan permintaan merk dagang ke Inggris pada tanggal 11 Mei dan Amerika Serikat pada tanggal 24 Mei, bersama dengan pengajuan yang paling akhir masih “menunggu pemeriksaan.”

Take-Two selanjutnya mengajukan penolakannya pada permintaan Remedy ke Uni Eropa pada tanggal 26 Juli dan Inggris pada tanggal 12 September. Tidak ada konteks tambahan apa pun perihal penolakan logo baru Remedy.

Namun, logo Rockstar Games diajukan di dalam pengajuan keberatan oleh Take Two, sebagai bukti mereka menentang permintaan Remedy, yang perlihatkan masalah utamanya adalah kedua logo bersama dengan gamblang menampilkan huruf “R.”

Remedy Sebut Sudah Diselesaikan bersama dengan Damai

Khusus untuk sengketa di Uni Eropa, kedua belah pihak telah berharap perpanjangan “masa tenang” yang biasanya terjadi selama dua bulan sebelum akan masalah berikut diselesaikan di pengadilan.

Proses sengketa tidak akan dilanjutkan sampai setidaknya tanggal 7 September 2025, jika keduanya menentukan untuk menyelesaikan perselisihannya terutama dulu.

Terkait ini, Remedy juga telah angkat berkata mengenai perselisihan merk dagangnya bersama dengan Take Two, dan juga mengklaim masalah ini telah diselesaikan bersama dengan damai tahun lalu.

“Tidak ada yang mesti diamati di sini – ini adalah diskusi antara tim kita yang diselesaikan semuanya dan secara damai akhir tahun lalu,” tulis Remedy, seperti dikutip dari Eurogamer.

“Sayangnya, penyelesaiannya memerlukan saat lebih lama berasal dari yang kita mengharapkan gara-gara lebih dari satu penjadwalan libur Pengajuan hukum hanyalah formalitas awal, dan Remedy dan juga Take-Two tetap bekerja serupa di dalam kemitraan,” kata perusahaan.