• Desember 2, 2023
tarkam kemenpora

Tarkam Kemenpora Digelar di Musi Banyuasin, Terinspirasi dari Megawati

Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2023 digelar di Kabupaten Musi Banyuasin diadakan terhadap 15-18 November 2023 dan mempertandingkan cabang olahraga voli, Bulutangkis, dan Atletik.

Sebanyak 461 atlet dari 15 Kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin beradu dalam Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2023.

Pembukaan Kejuaraan Tarkam Kabupaten Musi Banyuasin berjalan di Stable Berkua Sekayu.

Sebelum pembukaan Kejuaran, para hadirin disuguhkan Penampilan Tari Andun Bosek dari Organisasi Pemuda PMII Musi Banyuasin.

Kemudian dilanjutkan dengan Senam Kebugaran Jasmani 2021 yang dipimpin oleh Istruktur Suryanti dari Jakarta dan diikuti oleh Atlet Kejuaraan Antarkampung dan penduduk dan juga panitia dan undangan kurang lebih 1.000 lebih orang.

Pj Bupati Musi Banyuasin, Drs. H. Apriyadi, M, mengaku amat senang dan bangga bahwa Kabupaten Musi Banyuasin dipercaya untuk menyelenggarakan kejuaraan Tarkam Kemenpora 2023 dari 32 Kab/Kota di semua Indonesia.

Apriyadi mengatakan, selagi ini Voli menjadi olahraga yang amat menjanjikan.

Apalagi dapat menyaksikan di sosial media sekarang ini ulang viral atlet Wanita Indonesia bernama Megawati Hangestri Pertiwi yang bermain di klub Korea Selatan.

Dia pun berharap lahir Megawati lainnya dari Musi Banyuasin berkat Kejuaraan Tarkam Kemenpora ini.

“Keberhasilan Megawati ini dapat menjadi gagasan maupun semangat bagi anak-anak Musi Banyuasin yang menginginkan menjadi atlet,” kata Apriyadi.

Baca juga:

Dampak Positif dan Negatif dari Artificial Intelligence

Bocoran Harga Pertandingan Timnas Indonesia VS Argentina, Mahal?

“Tentunya banyak sekali atlet Musi Banyuasin yang mewakili Provinsi Sumatera Selatan dn Indonesia yang bermain di Asia, maupun Asean,” ujarnya, menambahkan.

Lebih lanjut, Apriyadi berpesan kepada para atlet dan perangkat pertandingan untuk sportif. Sebab, ajang yang menjadi program unggulan Menpora Dito ini punya tujuan menjalin silatuhrahmi.

“Kemudian mencari bibit-bibit atlet, ketiga sehingga anak-anak ini mempunyai mental yang baik untuk itu saya minta tolong aktivitas layaknya ini junjung tinggi sportivitas,” kata Apriyadi.
“Kepada wasit, juri official dan pendamping tolong anak-anak ini jangan hingga mereka menyebabkan perilaku yang tidak sportif di lapangan pertandingan. Kepada kepada wasit/juri berlakulah secara jujur dan adil dalam melaksakan tugasnya,” tegasnya.

Apriyadi juga memberi tambahan judi bola mandat kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata untuk menyerahkan Hadiah para Juara Tarkam dengan keseluruhan Rp25 juta tidak cuman anggaran dari Kemenpora.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Dr. Drs. Yohan., M. Si memberikan pesan Menpora Dito bahwa Musi Banyuasin memiliki potensi bibit-bibit atlet berkualitas.

“Hanya 32 Kabupaten/Kota saja yang mempunyai peluang untuk menyelenggarakan Kegiatan Tarkam ini, keliru satu di antaranya adalah Kabupaten Musi Banyuasin dan ini suatau kehormatan dari Mas Menteri Menpora kepada Kabupaten Musi Banyuasin,” kata Yohan.

“Karena Mas Menteri memahami juga bibit bibit olahraga tersedia di Kabupaten Musi Banyuasin sehingga nantinya adik adik semuanya calon atlet atlet profesional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yohan memaparkan bahwa Undang Undang Nomor 11 Tahun 2022 perihal Keolahragaan dan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 perihal DBON merupakan perwujudan semangat dan harapan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan juga segenap para pihak dalam pembinaan secara berjenjang dan terus menerus untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Namun, kata Yohan yang lebih mutlak adalah bagaimana olahraga dapat menciptakan generasi emas Indonesai yang sehat dan bugar dan aktif di era mendatang terutama bagi pelajar dan penduduk secara lazim di semua Indonesia.

“Menjelang Indonesia Emas Tahun 2045 di mana nanti 100 th. Indonesia Merdeka itu dibutuhkan SDM yang kokoh dan penuh energi saing sehingga nantinya tidak cuma olahraga fisik tentunya juga olahraga jiwa, dikarenakan itu Kejuaraan Tarkam ini amat diapresiasi. Olahraga merupakan bagian mutlak dalam pendidikan,” ucap Yohan.

“Tidak cuma tingkatkan suasana fisik dan keterampilan gerak saja, tetapi olahraga juga sebagai pendidikan karakter. Olahraga membangun sifat disiplin, membangun sifat sportif bahwa menang dan kalah itu biasa, membangun sifat pejuang dan pekerja keras, memperkuat sifat kolaborasi dalam kerjasama dan lebih-lebih memperkokoh jiwa patriotisme dan nasionalisme,” jelasnya.

Lebih dari itu, Yohan menyebut ajang ini cocok dengan keliru satu pesan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Yaitu bagaimana Kemenpora dengan olahraganya dapat menyentuh susunan terbawah yaitu dari kampung atau desa, sekaligus menjadi fasilitas pencarian bakat-bakat olahraga nasional.

“Salah satu pesan Presiden Repuublik Indonesai Bapak Joko Widodo dengan olahraganya dapat menyentuh masarakat dari kalangan bawah yaitu desa dan kampung,” jelasnya.

“Serta dapat menggerakkan pencarian bakat atau scouting secara simultan untuk mendapatkan bibit bibit potensial di area rancangan program ini juga punya tujuan untuk membantu industri secara lazim lewat UMKM di kurang lebih kita dan akan menghidupan ekonomi penduduk setempat,” ucapnya.